Bepander Gagasan Dorong Pilkada Cerdas

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotawaringin Barat duduk bersama di atas panggung Bepander Gagasan.

Penulis: Thata Debora Agnessia

MARDAHEKA PRESSKOTAWARINGIN BARAT – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Universitas Antakusuma, Pangkalan Bun menyelenggarakan acara “Bepander Gagasan” atau bicara gagasan. Diskusi publik ini digelar antara para pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) di aula lantai 3, Universitas Antakusuma pada Sabtu, 26 Oktober 2024. Sukses dihadiri hampir 300 peserta, mulai dari civitas akademika, hingga masyarakat sipil. Tujuan utama dari diskusi ini untuk mengupas tiga aspek mendasar dalam kepemimpinan, yakni program kerja, gagasan dan pemecahan masalah.

Dalam diskusi tersebut dipandu oleh dua orang moderator, mereka mengatur masing-masing paslon diberikan kesempatan untuk memaparkan konsep program kerja dan memberikan delapan pertanyaan isu strategis kepada kedua paslon. Paslon 1, Rahmat Hidayat dan Eko Sumarno mengusung konsep negara sejahtera (welfare state), yang menekankan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan ekonomi. Sementara itu, Paslon 2, Nurhidayah dan Suyanto membawa konsep keberlanjutan (sustainability), yang fokus pada pengembangan ekonomi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya secara efisien.

Para panelis dari anggota BEM duduk di kursi depan menyimak dengan penuh perhatian setiap pertanyaan dan jawaban dalam ruang diskusi.

Tema besar acara ini “Memajukan Pembangunan, Memastikan Keadilan Agraria dan Masyarakat Pinggiran”, para panelis merumuskan pertanyaan yang meliputi persoalan infrastruktur, sistem birokrasi, kesehatan masyarakat, gender dan pendidikan. Lalu, ketahanan pangan, konflik agraria dan kriminalisasi masyarakat adat. Salah satu panelis, Gusti Rivqy, mengatakan bahwa “kami mengangkat isu paling mendasar yang mencerminkan realitas masyarakat khususnya mereka yang dipinggirkan di Kobar. Harapannya, pemilih bisa lebih cerdas dan bijak dalam menentukan pilihan,” ungkapnya.

Antusiasme audiens memeriahkan diskusi publik Bepander Gagasan di Universitas Antakusuma.

Diskusi publik ini berlangsung interaktif, dengan para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan langsung kepada setiap paslon. Salah satu isu yang menjadi sorotan audiens adalah upaya mengatasi ketimpangan agraria, degradasi petani muda, dan fasilitas publik yang inklusif. Paslon menjanjikan peningkatan infrastruktur jalan dibeberapa wilayah, penyediaan fasilitas publik ramah disabilitas, mengakomodasi ruang mediasi konflik agraria, insentif untuk petani bahkan menjanjikan peraturan daerah (perda) untuk memfasilitasi masyarakat adat berladang dengan kearifan lokal.

Selain itu, isu kekerasan terhadap perempuan dan anak juga mengemuka dalam sesi diskusi dan tanya jawab karena merupakan isu yang sangat mengancam ruang aman untuk perempuan dan anak di Kobar. Salah satu peserta diskusi, Muzy, menyatakan acara ini membantu pemilih muda untuk melek politik dan memahami komitmen semua paslon untuk memajukan dan memperbaiki daerah Kobar.

Kedua paslon foto bersama dengan panelis beserta pejabat struktural kampus dan jajarannya.

Diskusi publik ini juga disiarkan secara langsung melalui media sosial BEM Untama, beberapa media luar juga ikut meliput acara Bepander Gagasan ini. Harapannya bisa menjangkau masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung. Panitia berharap acara ini bisa meningkatkan partisipasi dan pemahaman masyarakat dalam Pilkada 2024, sekaligus menciptakan pemilih yang lebih cerdas dan kritis terhadap setiap paslon yang maju dalam pemilihan.

Dengan semangat demokrasi yang semakin meningkat, acara ini menjadi salah satu langkah penting dalam memfasilitasi dialog antara calon pemimpin dan masyarakat, serta memperkuat komitmen untuk mencapai kesejahteraan bersama di Kotawaringin Barat.

Tinggalkan komentar