Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah

Ironis, dalam putusan Majelis Hakim, kedudukan masyarakat hukum adat Tempayung tidak diakui sebagaimana mestinya, yang seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam kasus ini. Eksistensi masyarakat adat dikaburkan oleh hakim yang lebih berforkus pada legal formil, meskipun dalam putusannya mereka mengklaim telah menegakkan keadilan materiil. Lanjutkan membaca Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah

Ruang Aman Perempuan di Kampus Belum Optimal

Hari Perempuan Internasional sendiri merupakan momentum global untuk memperjuangkan hak-hak perempuan serta menyoroti ketidakadilan dan kekerasan yang masih mereka alami diranah personal, ruang publik, cyber maupun kekerasan struktural yang dilakukan negara. Di Palangka Raya, peringatan ini menjadi ajang diskusi terbuka, salah satunya dalam lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Lanjutkan membaca Ruang Aman Perempuan di Kampus Belum Optimal

Kongres ke-VII BEM UNTAMA Menuai Kritik Peserta

Mawelson menilai, partisipasi maksimal dari mahasiswa itulah yang merupakan esensi dari kongres, karena ini adalah salah satu wadah utama yang sah untuk mengevaluasi, mengkritik kinerja dan kepemimpinan BEM saat ini. Apabila tidak dikritik secara kritis, maka kepemimpinan selanjutnya akan lebih buruk daripada kepemimpinan sekarang. Lanjutkan membaca Kongres ke-VII BEM UNTAMA Menuai Kritik Peserta