
Penulis: Nazia Ramadhanti
Kehadiran Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) resmi di Bumi Marunting Batu Aji dengan dideklarasikannya DPC GMNI Kotawaringin Barat (Kobar) pada Senin, (08/12/2025).
Deklarasi ini bukan hanya pengukuhan organisasi, tetapi juga penanda lahirnya semangat baru bagi mahasiswa Kobar untuk bergerak bersama dalam perjuangan yang progresif dan revolusioner berlandaskan Marhaenisme.
Moment penting dideklarasinya DPC GMNI Kobar dirangkai dengan pelaksanaan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) I, sebagai kaderisasi dasar pertama yang diselenggarakan sejak terbentuknya GMNI di Kotawaringin Barat.
Acara diselenggarakan di Aula Antakusuma Sultan Alidin Sokma Alamsyah XV, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran awal bagi mahasiswa dalam memahami fondasi ideologi perjuangan GMNI.
PPAB I ini mengangkat tema “Membangun GMNI Kobar, Menciptakan Pemuda Bumi Marunting Batu Aji yang Progresif dan Revolusioner Berlandaskan Marhaenisme”. Tema tersebut menegaskan bahwa lahirnya GMNI di Kotawaringin Barat bukan hanya membuka ruang baru bagi aktivitas organisasi mahasiswa namun lebih dari itu.
Lebih lanjut, Marhaenisme adalah sebuah gerakan pemikiran yang menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan, menumbuhkan keberanian dalam mengambil sikap, serta membangkitkan kesadaran kritis yang menjadi inti ajaran ini.
Maulana , Ketua DPD GMNI Kalteng, dalam sambutannya menegaskan “PPAB hari ini bukan hanya pengenalan organisasi, tetapi sebagai proses membangun karakter. Bina Diri mengajarkan kita untuk mengenal jati diri sebagai kader marhaenis.
Ia juga turut menjelaskan, Bina Ilmu yang Ia maksud yaitu membentuk kecerdasan dan daya kritis serta menuntaskan studi yang sedang di jalani pemuda idealis, kemudian yang terakhir barulah Bina Bangsa yang mana menuntun untuk mengabadikan diri pada rakyat serta mengambil peran dalam perubahan sosial.
“Bina Diri, Bina Ilmu, dan Bina Bangsa adalah 3 hal yang teman-teman semua harus terapkan”, tambah Maulana dalam sambutannya.
Dalam proses kaderisasi, peserta juga mendapatkan materi dasar mengenai Sejarah Pergerakan Mahasiswa, Sejarah GMNI dan Ke-GMNI-an, Pengantar Nasionalisme Indonesia, Pengantar Ideologi dan 4 Kutub Ideologi, Pangantar Marhaenisme, Pengantar Sarinah, Pancasila Sebagai Dasar Negara, serta Muatan Lokal yang diurutkan sesuai dengan silabusnya.
Diskusi-diskusi yang berlangsung selama kegiatan mencerminkan lahirnya optimisme bahwa generasi muda di Kotawaringin Barat siap menjadi bagian dari perjuangan besar bangsa.
Dengan terlaksananya PPAB I dan deklarasi perdana ini, GMNI DPC Kotawaringin Barat resmi memulai langkah panjang dalam membangun anggota yang humanis, nasionalis, progresif, dan revolusioner.
Kehadiran GMNI Kobar diharapkan menjadi wadah perjuangan yang mampu menjawab kebutuhan zaman, sekaligus melahirkan pemuda yang siap berdiri untuk kepentingan rakyat kecil dan kemajuan daerah.
Maulana berharap DPC GMNI Kobar menjadi wadah untuk berkontribusi terhadap mempersiapkan SDM Kepemudaan di Kobar yang siap menghadapi arus perubahan zaman dan tantangan global serta terus aktif dan siap menjadi organisasi yang siap menjadi mitra kritis dan strategis di Kobar dalam hal pembangunan Kobar.
“Saya yakin Anggota GMNI Dikobar yang baru saja kita lantik akan menjadi leading sector untuk meningkatkan indeks pembangunan pemuda (IPP) di Kobar. Serta GMNI Kobar akan memberikan kontribusi-kontribusi besar dalam hal pembangunan di Kobar, pungkas Maulana.
