Mardaheka Menajamkan Kritis Kolektif

Di tengah lanskap konservasi yang terus dijaga, pelatihan jurnalistik dasar Mardaheka diharapkan melahirkan jurnalis-jurnalis muda yang mampu merekam realitas, menyuarakan fakta, dan merawat harapan.

Penulis: Ismi Khalid


LPM Mardaheka menggelar Pelatihan Jurnalistik pada 2–5 Februari 2026 di kawasan Friends of Nature, People, and Forest (FNPF) Kalimantan sebagai upaya memperkuat kapasitas pers mahasiswa dalam peliputan isu-isu lingkungan dan sosial.

Kegiatan ini menghadirkan Budi Baskoro, jurnalis Mongabay Indonesia, sebagai pemateri utama, serta Feri dari Pongo Production yang membawakan materi audiovisual. Sebanyak 11 peserta mengikuti rangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dasar jurnalistik sekaligus kemampuan produksi konten multimedia.

Selama kegiatan, peserta menerima materi dasar jurnalistik, meliputi teknik penulisan berita, etika jurnalistik, hingga penguatan perspektif dalam meliput isu lingkungan. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman produksi konten audiovisual sebagai bentuk adaptasi pers mahasiswa terhadap perkembangan media digital.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Kamis (5/2/26) dengan menyusuri Sungai Kumai menuju kawasan wisata Jerumbun sebagai praktik lapangan di hari terakhir pelatihan. Kegiatan ini melibatkan pemateri, panitia, peserta pelatihan, staf FNPF Kalimantan, serta Kathleen, relawan FNPF asal Amerika Serikat.

Di kawasan Jerumbun, peserta melakukan review outline video hasil pelatihan sekaligus mendapatkan pengenalan lingkungan dan sejarah FNPF yang disampaikan oleh staf dan relawan. Praktik lapangan ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk mengaplikasikan materi yang telah diperoleh selama pelatihan.

Melalui kegiatan ini, LPM Mardaheka berharap pers mahasiswa tidak hanya mampu memproduksi berita, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap isu lingkungan serta tanggung jawab etik dalam setiap karya jurnalistiknya.

Tinggalkan komentar