Miris! Pendaftaran Presma UNTAMA Terus Dibuka Tanpa Peminat
Dua gelombang pendaftaran calon presma yang telah dibuka tak menghasilkan satu pun pendaftar. Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan besar tentang sejauh mana sebenarnya mahasiswa merasa terlibat dan memiliki tanggung jawab dalam demokrasi kampusnya. Lanjutkan membaca Miris! Pendaftaran Presma UNTAMA Terus Dibuka Tanpa Peminat
Alarm Merah Demokrasi Mahasiswa
Sepinya minat untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa di Universitas Antakusuma bukan hanya soal kelelahan struktural semata. Akar yang lebih nyata dari permasalahan ini adalah minimnya eksistensi organisasi mahasiswa itu sendiri di mata mayoritas mahasiswa. Ormawa di kampus ini belum cukup menarik untuk menjadi pusat perhatian atau partisipasi. Banyak mahasiswa bahkan tidak tahu apa peran BEM, apa tugas himpunan jurusan, atau bagaimana cara terlibat di dalamnya. Lanjutkan membaca Alarm Merah Demokrasi Mahasiswa
Tradisi Berladang Kutai Merawat Alam dan Jati Diri
Salah satu elemen utama dalam budaya berladang Kutai adalah pembakaran lahan secara terkendali. Namun berbeda dari stigma negatif yang kerap dilekatkan pada praktik ini, masyarakat adat telah mengembangkan pengetahuan ekologis turun-temurun yang memungkinkan mereka menggunakan api dengan bijak. Lanjutkan membaca Tradisi Berladang Kutai Merawat Alam dan Jati Diri
Kepohonan: Antara Mitos dan Etika Sosial
Meski diselimuti oleh mitos, ada sejumlah pendapat yang membuat kepohonan menjadi lebih masuk akal. Tjilik Riwut dalam bukunya Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan menerangkan bahwa diantara Dayak Ngaju ada tradisi danom tewun tihang [minuman keras], yaitu untuk menjamu tamu dengan arak menggunakan tanduk kerbau. “Disarankan untuk menerima dan meminum arak yang telah diberikan sekalipun hanya diminum sedikit sekali, jangan menolak arak yang telah diberikan karena maksud pemberian arak adalah ungkapan rasa gembira dan hormat. Lanjutkan membaca Kepohonan: Antara Mitos dan Etika Sosial
Menengok Keping Sejarah Pendidikan di Taman Prasasti
Di antara puluhan makam yang ada, kami berhenti di satu titik yang terasa sarat makna, prasasti Hermanus Frederik Roll (H.F Roll), Ia lahir di Gouda, Belanda, pada 27 Mei 1867, Roll menyelesaikan studi kedokterannya di Amsterdam pada tahun 1893. Setelah itu, ia bergabung dengan Angkatan Perang Hindia Belanda (KNIL) sebagai dokter militer. Ia dikenal sebagai pendiri STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), sekolah kedokteran pertama bagi pribumi di Hindia Belanda. Lanjutkan membaca Menengok Keping Sejarah Pendidikan di Taman Prasasti
Membaca Ulang Sejarah Perburuhan di Indonesia
Sejarah perburuhan di Indonesia bukan hanya catatan tentang hak-hak buruh dan relasi industrial, tetapi juga cermin dari dinamika politik dan ekonomi bangsa. Di setiap babak sejarah nasional, buruh senantiasa menjadi aktor yang kadang disingkirkan, kadang dimanfaatkan, tetapi tak pernah benar-benar absen dari panggung sejarah. Dari zaman kolonial hingga era Reformasi, buruh Indonesia telah menunjukkan bahwa di balik peluh dan keterbatasan, selalu ada kesadaran kolektif yang melahirkan perlawanan. Lanjutkan membaca Membaca Ulang Sejarah Perburuhan di Indonesia
Mariani dan Lensa di Balik Bangkal Berdarah
Mariani, seorang perempuan yang berdiri tegak dalam barisan perlawanan di tengah deru konflik yang mengguncang tanah moyangnya. Lanjutkan membaca Mariani dan Lensa di Balik Bangkal Berdarah
Hantu di Balik Rindangnya Sawit
Praktik bisnis kelapa sawit membawa harapan besar bagi perekonomian negara. Namun, seiring dengan itu, kelapa sawit juga melahirkan konflik serius di tengah masyarakat yang bersinggungan langsung dengan aktivitasnya. Lanjutkan membaca Hantu di Balik Rindangnya Sawit
Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah
Ironis, dalam putusan Majelis Hakim, kedudukan masyarakat hukum adat Tempayung tidak diakui sebagaimana mestinya, yang seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam kasus ini. Eksistensi masyarakat adat dikaburkan oleh hakim yang lebih berforkus pada legal formil, meskipun dalam putusannya mereka mengklaim telah menegakkan keadilan materiil. Lanjutkan membaca Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah
HMI Berbagi Berkah di Ramadhan 2025
Tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan berbagi takjil oleh HMI Cabang Pangkalan Bun juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para kader. Melalui kegiatan ini, para anggota HMI belajar tentang pentingnya berbagi dan berempati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan Lanjutkan membaca HMI Berbagi Berkah di Ramadhan 2025
