Press Release: Dakwaan Cacat Hukum dan Syahyuni Tegas Menolak Restorative Justice

Tim Advokasi Keadilan Untuk Tempayung, selaku kuasa hukum terdakwa hari ini membacakan nota keberatan yang berjudul “HENTIKAN BISNIS KRIMINALISASI KADES SYACHYUNIE,” sebagai bentuk bantahan terhadap dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Dalam eksepsi ini, terdapat beberapa poin utama yang menjadi dasar keberatan. Lanjutkan membaca Press Release: Dakwaan Cacat Hukum dan Syahyuni Tegas Menolak Restorative Justice

Ketika Polisi Kriminalisasi Aksi “Garong Sawit” Demi Kelas Yang Berkuasa

Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, dan Kotawaringin Barat bertahun-tahun telah menjadi panggung bagi konflik tenurial yang tak berkesudahan di Kalimantan Tengah. Ratusan aksi digelar, terakhir, panen massal yang dilakukan sebagai bentuk protes justru berakhir dengan penangkapan massal. Lanjutkan membaca Ketika Polisi Kriminalisasi Aksi “Garong Sawit” Demi Kelas Yang Berkuasa

Mengurai Tabu Dalam Diskusi Interaktif Anti Kekerasan Seksual

Kementerian Hukum dan HAM bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Antakusuma (BEM Untama) menggelar acara Penyuluhan Anti Kekerasan Seksual untuk Organisasi Mahasiswa pada Rabu, 18 Desember 2024. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pimpinan organisasi mahasiswa mengenai cara merespons laporan kekerasan seksual dengan beretika, empati, dan prinsip non-diskriminasi. Lanjutkan membaca Mengurai Tabu Dalam Diskusi Interaktif Anti Kekerasan Seksual

Paslon Bupati Kobar Tebar Janji Pembangunan Arut Utara Saat Bicara Gagasan

Dalam forum diskusi Bepander Gagasan, janji-janji kembali dilontarkan. Nurhidayah, calon bupati nomor urut 2, menawarkan solusi melalui CSR perusahaan, sementara Rahmat Hidayat, calon nomor 1, bicara tentang pemerataan yang adil. Namun, di mata Enjelina Puja Kristiana, seorang mahasiswi asal Arut Utara, semua itu hanya terdengar seperti “kata-kata”. Lanjutkan membaca Paslon Bupati Kobar Tebar Janji Pembangunan Arut Utara Saat Bicara Gagasan

Tanah Ibu Kami: Ekofeminisme Sebagai Bentuk Perlawanan Perempuan Adat

Our Mothers’ Land atau Tanah Ibu Kami adalah film dokumenter yang mengangkat perjuangan perempuan adat di Indonesia melawan eksploitasi alam. Film berdurasi 55 menit ini mengeksplorasi berbagai bentuk perlawanan yang dilancarkan oleh para perempuan dari komunitas adat di berbagai wilayah Indonesia, menolak hilangnya hak dan kehancuran alam mereka akibat ulah perusahaan besar. Di tengah ancaman undang-undang yang memudahkan korporasi mengakses sumber daya alam, para perempuan ini tampil sebagai sosok tangguh yang mempertaruhkan segalanya demi tanah leluhur. Lanjutkan membaca Tanah Ibu Kami: Ekofeminisme Sebagai Bentuk Perlawanan Perempuan Adat