Kepohonan: Antara Mitos dan Etika Sosial

Meski diselimuti oleh mitos, ada sejumlah pendapat yang membuat kepohonan menjadi lebih masuk akal. Tjilik Riwut dalam bukunya Kalimantan Membangun Alam dan Kebudayaan menerangkan bahwa diantara Dayak Ngaju ada tradisi danom tewun tihang [minuman keras], yaitu untuk menjamu tamu dengan arak menggunakan tanduk kerbau. “Disarankan untuk menerima dan meminum arak yang telah diberikan sekalipun hanya diminum sedikit sekali, jangan menolak arak yang telah diberikan karena maksud pemberian arak adalah ungkapan rasa gembira dan hormat. Lanjutkan membaca Kepohonan: Antara Mitos dan Etika Sosial

Menengok Keping Sejarah Pendidikan di Taman Prasasti

Di antara puluhan makam yang ada, kami berhenti di satu titik yang terasa sarat makna, prasasti Hermanus Frederik Roll (H.F Roll), Ia lahir di Gouda, Belanda, pada 27 Mei 1867, Roll menyelesaikan studi kedokterannya di Amsterdam pada tahun 1893. Setelah itu, ia bergabung dengan Angkatan Perang Hindia Belanda (KNIL) sebagai dokter militer. Ia dikenal sebagai pendiri STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), sekolah kedokteran pertama bagi pribumi di Hindia Belanda. Lanjutkan membaca Menengok Keping Sejarah Pendidikan di Taman Prasasti