Alarm Merah Demokrasi Mahasiswa

Sepinya minat untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Mahasiswa di Universitas Antakusuma bukan hanya soal kelelahan struktural semata. Akar yang lebih nyata dari permasalahan ini adalah minimnya eksistensi organisasi mahasiswa itu sendiri di mata mayoritas mahasiswa. Ormawa di kampus ini belum cukup menarik untuk menjadi pusat perhatian atau partisipasi. Banyak mahasiswa bahkan tidak tahu apa peran BEM, apa tugas himpunan jurusan, atau bagaimana cara terlibat di dalamnya. Lanjutkan membaca Alarm Merah Demokrasi Mahasiswa

Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah

Ironis, dalam putusan Majelis Hakim, kedudukan masyarakat hukum adat Tempayung tidak diakui sebagaimana mestinya, yang seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam kasus ini. Eksistensi masyarakat adat dikaburkan oleh hakim yang lebih berforkus pada legal formil, meskipun dalam putusannya mereka mengklaim telah menegakkan keadilan materiil. Lanjutkan membaca Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah

Kongres ke-VII BEM UNTAMA Menuai Kritik Peserta

Mawelson menilai, partisipasi maksimal dari mahasiswa itulah yang merupakan esensi dari kongres, karena ini adalah salah satu wadah utama yang sah untuk mengevaluasi, mengkritik kinerja dan kepemimpinan BEM saat ini. Apabila tidak dikritik secara kritis, maka kepemimpinan selanjutnya akan lebih buruk daripada kepemimpinan sekarang. Lanjutkan membaca Kongres ke-VII BEM UNTAMA Menuai Kritik Peserta