Hantu di Balik Rindangnya Sawit
Praktik bisnis kelapa sawit membawa harapan besar bagi perekonomian negara. Namun, seiring dengan itu, kelapa sawit juga melahirkan konflik serius di tengah masyarakat yang bersinggungan langsung dengan aktivitasnya. Lanjutkan membaca Hantu di Balik Rindangnya Sawit
Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah
Ironis, dalam putusan Majelis Hakim, kedudukan masyarakat hukum adat Tempayung tidak diakui sebagaimana mestinya, yang seharusnya menjadi pertimbangan penting dalam kasus ini. Eksistensi masyarakat adat dikaburkan oleh hakim yang lebih berforkus pada legal formil, meskipun dalam putusannya mereka mengklaim telah menegakkan keadilan materiil. Lanjutkan membaca Hakim “Kolonial” Vonis Syachyunie Bersalah
HMI Berbagi Berkah di Ramadhan 2025
Tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan berbagi takjil oleh HMI Cabang Pangkalan Bun juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para kader. Melalui kegiatan ini, para anggota HMI belajar tentang pentingnya berbagi dan berempati terhadap sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan Lanjutkan membaca HMI Berbagi Berkah di Ramadhan 2025
Ruang Aman Perempuan di Kampus Belum Optimal
Hari Perempuan Internasional sendiri merupakan momentum global untuk memperjuangkan hak-hak perempuan serta menyoroti ketidakadilan dan kekerasan yang masih mereka alami diranah personal, ruang publik, cyber maupun kekerasan struktural yang dilakukan negara. Di Palangka Raya, peringatan ini menjadi ajang diskusi terbuka, salah satunya dalam lingkungan pendidikan dan dunia kerja. Lanjutkan membaca Ruang Aman Perempuan di Kampus Belum Optimal
Kongres ke-VII BEM UNTAMA Menuai Kritik Peserta
Mawelson menilai, partisipasi maksimal dari mahasiswa itulah yang merupakan esensi dari kongres, karena ini adalah salah satu wadah utama yang sah untuk mengevaluasi, mengkritik kinerja dan kepemimpinan BEM saat ini. Apabila tidak dikritik secara kritis, maka kepemimpinan selanjutnya akan lebih buruk daripada kepemimpinan sekarang. Lanjutkan membaca Kongres ke-VII BEM UNTAMA Menuai Kritik Peserta
Syachyunie, Pemimpin Masyarakat Yang Dikriminalisasi
Jumat, 27 September 2024 Syachyunie (47) Kepala Desa Tempayung baru saja mendarat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dari Jakarta saat langkah kaki aparat mendekat pada nya. Syachyunie bukanlah pembunuh atau koruptor, namun kepulangannya ke Pangkalan Bun disambut seolah ia buronan kelas kakap. Tuduhan provokasi pemortalan lahan membuatnya harus berhadapan dengan hukum, sebuah ironi bagi seorang pemimpin yang hadir di setiap aksi untuk menjaga perjuangan warganya. Lanjutkan membaca Syachyunie, Pemimpin Masyarakat Yang Dikriminalisasi
Milad HMI ke 78, Kader Pangkalan Bun Ikhtiar Jaga Nama Baik Perkaderan
Sabtu (08/02/2025), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang (P) Pangkalan Bun menggelar acara syukuran di Kantor Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kotawaringin Barat, dalam rangka memperingati Milad HMI ke 78 tahun. Lanjutkan membaca Milad HMI ke 78, Kader Pangkalan Bun Ikhtiar Jaga Nama Baik Perkaderan
Dakwaan Cacat Hukum, Kriminalisasi Harus Dihentikan
Sidang kedua kasus Syachyunie, Kepala Desa Tempayung yang didakwa sebagai dalang pemortalan lahan PT. Sungai Rangit, berlangsung pada Rabu (05/02/2025) di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun. Dalam eksepsinya, tim kuasa hukum Syachyunie memaparkan sejumlah poin yang menyoroti berbagai kecacatan hukum dalam dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Lanjutkan membaca Dakwaan Cacat Hukum, Kriminalisasi Harus Dihentikan
Press Release: Dakwaan Cacat Hukum dan Syahyuni Tegas Menolak Restorative Justice
Tim Advokasi Keadilan Untuk Tempayung, selaku kuasa hukum terdakwa hari ini membacakan nota keberatan yang berjudul “HENTIKAN BISNIS KRIMINALISASI KADES SYACHYUNIE,” sebagai bentuk bantahan terhadap dakwaan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. Dalam eksepsi ini, terdapat beberapa poin utama yang menjadi dasar keberatan. Lanjutkan membaca Press Release: Dakwaan Cacat Hukum dan Syahyuni Tegas Menolak Restorative Justice
Ketika Polisi Kriminalisasi Aksi “Garong Sawit” Demi Kelas Yang Berkuasa
Kotawaringin Timur, Kabupaten Seruyan, dan Kotawaringin Barat bertahun-tahun telah menjadi panggung bagi konflik tenurial yang tak berkesudahan di Kalimantan Tengah. Ratusan aksi digelar, terakhir, panen massal yang dilakukan sebagai bentuk protes justru berakhir dengan penangkapan massal. Lanjutkan membaca Ketika Polisi Kriminalisasi Aksi “Garong Sawit” Demi Kelas Yang Berkuasa
